|
Pernyataan Sikap BKLDK 'Anteklah Yang Menerima Obama, Menerima Obama = Merestui Penjajahan !!!' |
|
Pernyataan Sikap Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus "Anteklah yang Menerima Obama, Menerima Obama = Merestui Penjajahan !"
Presiden negara penjajah Barack Obama pada sekitar tanggal 20 - 22 Maret 2010 akan berkunjung ke negeri ini. Ibarat boss besar yang ingin memastikan ladang miliknya aman, kedatangan Obama ke Indonesia adalah untuk memastikan bahwa ladang Amerika yang bernama Indonesia ini tetap aman untuk dikuras. Serta memastikan sang penguasa ladang tetap setia menjaga kepentingan-kepentingan Amerika. Penguasa ladang itu adalah Presiden Indonesia. Akan tetapi, sang penguasa Indonesia kemudian mengungkapkan bahwa kita akan menjalin kerjasama dalam bidang lingkungan, energi dan pendidikan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi; mencakup berbagai bidang, dalam kerja sama ini kedua negara akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi sebagai equal partner. Entah ungkapan ini adalah ungkapan untuk menghibur diri, entah ungkapan untuk menipu rakyat, tetapi mustahil ungkapan itu adalah ungkapan pemimpin yang lurus!
|
|
Read more... [Pernyataan Sikap BKLDK 'Anteklah Yang Menerima Obama, Menerima Obama = Merestui Penjajahan !!!']
|
|
|
MUI Pusat Mendukung Aksi BKLDK Untuk Tolak Obama |
|
 Thursday, 04 March 2010 “Pada dasarnya kami mendukung aksi yang akan diadakan BKLDK” ungkapan H. Amidan dalam tanggapannya terkait Audiensi teman-teman BKLDK Pusat dan BKLDK Jakarta untuk sosialisasi Aksi Tolak Obama, Kamis (04/03/2010) di Kantor MUI pusat. Tidak berbeda dengan pernyataan Hj. Tuti Alawiyah, beliau juga mendukung. Hanya, beliau mengatakan bahwa Islam di Indonesia harus dipahami berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Jadi, BKLDK diminta untuk tetap menunjukkan wajah ramah Islam dan tanpa kekekerasan walau harus tetap kritis “Asalkan jangan menggunakan jalan kekerasan walaupun kita harus tetap kritis” itulah sepenggal tanggapannya. Aksi Nasional BKLDK dijadwalkan 5 dan 12 maret pukul 14.00-16.00 dengan target berbeda. 5 Maret di depan DPR dan 12 maret di Kedubes AS dan Istana Negara.
|
|
Read more... [MUI Pusat Mendukung Aksi BKLDK Untuk Tolak Obama]
|
|
 Beberapa waktu lalu saya merasa bahagia sekali. Pasalnya, seorang kawan saya yang baru kembali dari Makassar membawakan saya oleh-oleh. Ternyata dia tahu kesukaan saya. Dari sekian banyak oleh-oleh yang dibawa salah satunya adalah sebungkus bubuk kopi. Kopi Robusta! Kopi yang sudah sejak lama tidak saya nikmati. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya dan beberapa orang kawan menikmati kopi setiap harinya. Sambil sesekali mengomentari berita politik yang ditayangkan di televisi. Tapi bagi saya mengomentari peristiwa politik –atau berbagai peristiwa lainnya yang menyangkut kemaslahatan publik– saja tidak cukup. Harus ada aktivitas konkrit sebagai wujud dari pelaksanaan kata-kata. Walaupun kadang sering terjadi perdebatan antara saya dengan beberapa kawan saya tentang bagaimana sebetulnya tindakan konkrit itu hingga sampai pada perdebatan tentang metode perjuangan.
|
|
Read more... [Revolusi "Hic et Nunc !]
|
|
 Suatu hari Baginda Rasulullah SAW melewati seorang sahabat yang sedang membaca Alquran. Sampailah ia pada ayat yang artinya: Jika langit terbelah dan memerah seperti kulit merah (TQS ar-Rahman [55]: 37). Seketika tubuhnya gemetar dan ia menangis seraya bergumam, “Duh, apa yang bakal terjadi dengan diriku sekiranya langit terbelah (terjadi kiamat)? Sungguh malang nasibku!” Mendengar itu, Nabi SAW bersabda, “Tangisanmu menyebabkan para malaikat pun turut menangis.” Dikisahkan pula, Abdullah bin Rawahah ra suatu ketika tampak sedang menangis dengan sedihnya. Melihat itu, istrinya pun turut menangis hingga Abdullah bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Istrinya menjawab, “Melihatmu menangis, itulah yang menyebabkan aku menangis.” Abdullah bin Rawahah ra lalu bertutur, “Saat aku membayangkan bahwa aku bakal menyeberangi shirâth, aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau tidak. Itulah yang membuatku menangis.” (al-Kandahlawi, Fadhâ'il A'mâl, hlm. 565.)
|
|
Read more... [Menajamkan Mata Hati]
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 13 |