|
Pernyataan Sikap BKLDK 'Anteklah Yang Menerima Obama, Menerima Obama = Merestui Penjajahan !!!' |
|
Written by topex
, Friday, 05 March 2010 11:47
|
Pernyataan Sikap Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus "Anteklah yang Menerima Obama, Menerima Obama = Merestui Penjajahan !"
Presiden negara penjajah Barack Obama pada sekitar tanggal 20 - 22 Maret 2010 akan berkunjung ke negeri ini. Ibarat boss besar yang ingin memastikan ladang miliknya aman, kedatangan Obama ke Indonesia adalah untuk memastikan bahwa ladang Amerika yang bernama Indonesia ini tetap aman untuk dikuras. Serta memastikan sang penguasa ladang tetap setia menjaga kepentingan-kepentingan Amerika. Penguasa ladang itu adalah Presiden Indonesia. Akan tetapi, sang penguasa Indonesia kemudian mengungkapkan bahwa kita akan menjalin kerjasama dalam bidang lingkungan, energi dan pendidikan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi; mencakup berbagai bidang, dalam kerja sama ini kedua negara akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi sebagai equal partner. Entah ungkapan ini adalah ungkapan untuk menghibur diri, entah ungkapan untuk menipu rakyat, tetapi mustahil ungkapan itu adalah ungkapan pemimpin yang lurus!
|
|
Last Updated on Friday, 05 March 2010 11:51 |
|
Read more... [Pernyataan Sikap BKLDK 'Anteklah Yang Menerima Obama, Menerima Obama = Merestui Penjajahan !!!']
|
|
|
MUI Pusat Mendukung Aksi BKLDK Untuk Tolak Obama |
|
Written by topex
, Friday, 05 March 2010 11:30
|
 Thursday, 04 March 2010 “Pada dasarnya kami mendukung aksi yang akan diadakan BKLDK” ungkapan H. Amidan dalam tanggapannya terkait Audiensi teman-teman BKLDK Pusat dan BKLDK Jakarta untuk sosialisasi Aksi Tolak Obama, Kamis (04/03/2010) di Kantor MUI pusat. Tidak berbeda dengan pernyataan Hj. Tuti Alawiyah, beliau juga mendukung. Hanya, beliau mengatakan bahwa Islam di Indonesia harus dipahami berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Jadi, BKLDK diminta untuk tetap menunjukkan wajah ramah Islam dan tanpa kekekerasan walau harus tetap kritis “Asalkan jangan menggunakan jalan kekerasan walaupun kita harus tetap kritis” itulah sepenggal tanggapannya. Aksi Nasional BKLDK dijadwalkan 5 dan 12 maret pukul 14.00-16.00 dengan target berbeda. 5 Maret di depan DPR dan 12 maret di Kedubes AS dan Istana Negara.
|
|
Last Updated on Friday, 05 March 2010 11:46 |
|
Read more... [MUI Pusat Mendukung Aksi BKLDK Untuk Tolak Obama]
|
|
Written by topex
, Saturday, 20 February 2010 02:57
|
 Beberapa waktu lalu saya merasa bahagia sekali. Pasalnya, seorang kawan saya yang baru kembali dari Makassar membawakan saya oleh-oleh. Ternyata dia tahu kesukaan saya. Dari sekian banyak oleh-oleh yang dibawa salah satunya adalah sebungkus bubuk kopi. Kopi Robusta! Kopi yang sudah sejak lama tidak saya nikmati. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya dan beberapa orang kawan menikmati kopi setiap harinya. Sambil sesekali mengomentari berita politik yang ditayangkan di televisi. Tapi bagi saya mengomentari peristiwa politik –atau berbagai peristiwa lainnya yang menyangkut kemaslahatan publik– saja tidak cukup. Harus ada aktivitas konkrit sebagai wujud dari pelaksanaan kata-kata. Walaupun kadang sering terjadi perdebatan antara saya dengan beberapa kawan saya tentang bagaimana sebetulnya tindakan konkrit itu hingga sampai pada perdebatan tentang metode perjuangan.
|
|
Last Updated on Saturday, 20 February 2010 03:04 |
|
Read more... [Revolusi "Hic et Nunc !]
|
|
Written by topex
, Monday, 08 February 2010 01:00
|
 Suatu hari Baginda Rasulullah SAW melewati seorang sahabat yang sedang membaca Alquran. Sampailah ia pada ayat yang artinya: Jika langit terbelah dan memerah seperti kulit merah (TQS ar-Rahman [55]: 37). Seketika tubuhnya gemetar dan ia menangis seraya bergumam, “Duh, apa yang bakal terjadi dengan diriku sekiranya langit terbelah (terjadi kiamat)? Sungguh malang nasibku!” Mendengar itu, Nabi SAW bersabda, “Tangisanmu menyebabkan para malaikat pun turut menangis.” Dikisahkan pula, Abdullah bin Rawahah ra suatu ketika tampak sedang menangis dengan sedihnya. Melihat itu, istrinya pun turut menangis hingga Abdullah bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Istrinya menjawab, “Melihatmu menangis, itulah yang menyebabkan aku menangis.” Abdullah bin Rawahah ra lalu bertutur, “Saat aku membayangkan bahwa aku bakal menyeberangi shirâth, aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau tidak. Itulah yang membuatku menangis.” (al-Kandahlawi, Fadhâ'il A'mâl, hlm. 565.)
|
|
Last Updated on Monday, 08 February 2010 01:09 |
|
Read more... [Menajamkan Mata Hati]
|
|
Written by topex
, Monday, 08 February 2010 00:44
|
 Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi (yang artinya): “Akulah yang Mahakaya dari seluruh sekutu. Siapa saja yang beramal dengan menyekutukan Aku di dalamnya, maka Aku akan menyerahkan dirinya kepada sekutunya itu.” (HR Muslim). Hadits ini terkait dengan tuntutan atas seorang Muslim untuk selalu bersikap ikhlas dalam beramal. Tuntutan ini bersikap tegas sehingga ikhlas hukumnya wajib. Karena itu, ada konsekuensi seseorang yang amalnya tidak ikhlas akan ditolak, bahkan ia dimasukkan ke dalam neraka. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada Hari Kiamat adalah para syuhada. Dia akan dihadapkan kepada Allah. Lalu Allah memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Allah kemudian bertanya, 'Karena apa kamu berbuat demikian (berperang di jalan Allah)?' Dia menjawab, 'Saya berperang semata-mata karena-Mu hingga saya gugur sebagai syahid.' Allah berfirman, 'Bohong kamu! Kamu berperang karena ingin disebut pahlawan!' Kemudian diperintahkan agar orang itu diseret wajahnya, lalu dilemparkan ke dalam neraka.' Selanjutnya, seorang pembelajar, pengajar sekaligus pembaca Alquran dihadapkan kepada-Nya. Allah lalu memperlihatkan nikmat-Nya kepadanya dan dia mengakuinya. Allah lalu bertanya, 'Karena apa kamu berbuat demikian (belajar, mengajar dan membaca Alquran)?' Ia menjawab, 'Saya mempelajari ilmu dan membaca Alquran semata-mata karena-Mu.' Allah berfirman, 'Dusta kamu! Kamu mempelajari ilmu supaya disebut ulama dan kamu membaca Alquran supaya disebut qari!' Kemudian diperintahkan agar orang itu pun diseret wajahnya dan dilemparkan ke dalam neraka. Selanjutnya adalah seseorang yang dikaruniai harta yang banyak oleh Allah. Dia dihadapkan kepada-Nya. Allah lalu memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Kemudian Allah bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan dengan harta kekayaanmu?' Dia menjawab, 'Saya tidak membiarkan satu jalan pun yang pantas diberi infak, kecuali saya menginfakkan harta saya semata-mata karena-Mu.' Allah berfirman, 'Kamu dusta! Kamu berbuat demikian agar kamu disebut dermawan dan kamu sudah mendapatkannya!' Kemudian diperintah-kan agar orang itu pun diseret wajahnya dan dilemparkan ke dalam neraka.'” (HR Muslim).
|
|
Last Updated on Monday, 08 February 2010 00:53 |
|
Read more... [Menjaga Keikhlasan]
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 11 |