|
Written by topex
|
|
Saturday, 20 February 2010 02:57 |
 Beberapa waktu lalu saya merasa bahagia sekali. Pasalnya, seorang kawan saya yang baru kembali dari Makassar membawakan saya oleh-oleh. Ternyata dia tahu kesukaan saya. Dari sekian banyak oleh-oleh yang dibawa salah satunya adalah sebungkus bubuk kopi. Kopi Robusta! Kopi yang sudah sejak lama tidak saya nikmati. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya dan beberapa orang kawan menikmati kopi setiap harinya. Sambil sesekali mengomentari berita politik yang ditayangkan di televisi. Tapi bagi saya mengomentari peristiwa politik –atau berbagai peristiwa lainnya yang menyangkut kemaslahatan publik– saja tidak cukup. Harus ada aktivitas konkrit sebagai wujud dari pelaksanaan kata-kata. Walaupun kadang sering terjadi perdebatan antara saya dengan beberapa kawan saya tentang bagaimana sebetulnya tindakan konkrit itu hingga sampai pada perdebatan tentang metode perjuangan.
|
|
Last Updated ( Saturday, 20 February 2010 03:04 )
|
|
Read more... [Revolusi "Hic et Nunc !]
|
|
|
Written by topex
|
|
Monday, 08 February 2010 01:00 |
 Suatu hari Baginda Rasulullah SAW melewati seorang sahabat yang sedang membaca Alquran. Sampailah ia pada ayat yang artinya: Jika langit terbelah dan memerah seperti kulit merah (TQS ar-Rahman [55]: 37). Seketika tubuhnya gemetar dan ia menangis seraya bergumam, “Duh, apa yang bakal terjadi dengan diriku sekiranya langit terbelah (terjadi kiamat)? Sungguh malang nasibku!” Mendengar itu, Nabi SAW bersabda, “Tangisanmu menyebabkan para malaikat pun turut menangis.” Dikisahkan pula, Abdullah bin Rawahah ra suatu ketika tampak sedang menangis dengan sedihnya. Melihat itu, istrinya pun turut menangis hingga Abdullah bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Istrinya menjawab, “Melihatmu menangis, itulah yang menyebabkan aku menangis.” Abdullah bin Rawahah ra lalu bertutur, “Saat aku membayangkan bahwa aku bakal menyeberangi shirâth, aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau tidak. Itulah yang membuatku menangis.” (al-Kandahlawi, Fadhâ'il A'mâl, hlm. 565.)
|
|
Last Updated ( Monday, 08 February 2010 01:09 )
|
|
Read more... [Menajamkan Mata Hati]
|
|
Written by topex
|
|
Monday, 08 February 2010 00:44 |
 Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi (yang artinya): “Akulah yang Mahakaya dari seluruh sekutu. Siapa saja yang beramal dengan menyekutukan Aku di dalamnya, maka Aku akan menyerahkan dirinya kepada sekutunya itu.” (HR Muslim). Hadits ini terkait dengan tuntutan atas seorang Muslim untuk selalu bersikap ikhlas dalam beramal. Tuntutan ini bersikap tegas sehingga ikhlas hukumnya wajib. Karena itu, ada konsekuensi seseorang yang amalnya tidak ikhlas akan ditolak, bahkan ia dimasukkan ke dalam neraka. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada Hari Kiamat adalah para syuhada. Dia akan dihadapkan kepada Allah. Lalu Allah memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Allah kemudian bertanya, 'Karena apa kamu berbuat demikian (berperang di jalan Allah)?' Dia menjawab, 'Saya berperang semata-mata karena-Mu hingga saya gugur sebagai syahid.' Allah berfirman, 'Bohong kamu! Kamu berperang karena ingin disebut pahlawan!' Kemudian diperintahkan agar orang itu diseret wajahnya, lalu dilemparkan ke dalam neraka.' Selanjutnya, seorang pembelajar, pengajar sekaligus pembaca Alquran dihadapkan kepada-Nya. Allah lalu memperlihatkan nikmat-Nya kepadanya dan dia mengakuinya. Allah lalu bertanya, 'Karena apa kamu berbuat demikian (belajar, mengajar dan membaca Alquran)?' Ia menjawab, 'Saya mempelajari ilmu dan membaca Alquran semata-mata karena-Mu.' Allah berfirman, 'Dusta kamu! Kamu mempelajari ilmu supaya disebut ulama dan kamu membaca Alquran supaya disebut qari!' Kemudian diperintahkan agar orang itu pun diseret wajahnya dan dilemparkan ke dalam neraka. Selanjutnya adalah seseorang yang dikaruniai harta yang banyak oleh Allah. Dia dihadapkan kepada-Nya. Allah lalu memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Kemudian Allah bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan dengan harta kekayaanmu?' Dia menjawab, 'Saya tidak membiarkan satu jalan pun yang pantas diberi infak, kecuali saya menginfakkan harta saya semata-mata karena-Mu.' Allah berfirman, 'Kamu dusta! Kamu berbuat demikian agar kamu disebut dermawan dan kamu sudah mendapatkannya!' Kemudian diperintah-kan agar orang itu pun diseret wajahnya dan dilemparkan ke dalam neraka.'” (HR Muslim).
|
|
Last Updated ( Monday, 08 February 2010 00:53 )
|
|
Read more... [Menjaga Keikhlasan]
|
|
Memperkaya Uslub (cara) Dakwah |
|
|
|
|
Written by topex
|
|
Monday, 01 February 2010 23:38 |
 Tidak dipungkiri jika dakwah Islam hari ini semakin menemui kesulitan demi kesulitan. Terutama dalam memburu dan merekrut calon kader dakwah. Berbagai cara dilakukan. Kampus pun menjadi ladang untuk memburu kader. Karena disana anda akan menemui ribuan pemuda yang memiliki potensi sekaligus dengan kapasitas intelektual di atas rata-rata. Merekalah orang-orang yang mau diajak berpikir untuk melakukan perubahan. Melihat potensi para calon kader yang luar biasa, maka berbagai uslub dilakukan demi menarik mereka dalam poros dakwah. Bermacam-macam kegiatan ke-Islam-an dilakukan dan dikemas semenarik mungkin. Tujuannya jelas, yaitu untuk membuat para calon kader tertarik dengan Islam, termotivasi untuk mempelajarinya dan mau mendakwahkannya.
|
|
Last Updated ( Monday, 01 February 2010 23:43 )
|
|
Read more... [Memperkaya Uslub (cara) Dakwah]
|
|
Written by topex
|
|
Monday, 01 February 2010 22:55 |
 Oleh: Cicin Yulianti
Memasuki Februari, nuansa cinta mulai bertebaran di mana-mana. Di berbagai tempat seperti mall, supermarket, juga media massa, baik media cetak maupun elektronik turut menebarkan kemeriahan menyambut hari yang diperingati tanggal 14 Februari ini. Ya, Valentine’s Day atau disingkat V-Day, telah menjadi trend di kalangan remaja.
Kalau saja remaja melihat sejarah dinobatkannya bulan februari sebagai bulan penuh cinta, mungkin akan bisa lebih cerdas dan kritis sebelum taklid/ikut-ikutan merayakan kebudayaan barat ini. Kalau kita tengok sejarah, ada banyak versi tentang asal muasal V-Day.
|
|
Last Updated ( Monday, 01 February 2010 22:59 )
|
|
Read more... [Fenomena V-Day]
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 5 |