BKLDK Beri Rapor Merah SBY-Boediono | Info Kampus

Pencarian

We have 1 guest online

Pengunjung Online

Setujukah Anda dengan penerapan Syariat Islam?
 
Hari ini104
Kemarin70
Minggu ini275
Bulan ini932
Semua77692

Statistik pengunjung

BKLDK Beri Rapor Merah SBY-Boediono PDF Print E-mail
Written by topex , Friday, 29 January 2010 16:07
bkldk-1MALANG – Menjelang 100 hari kepemimpinan SBY-Boediono hari ini, elemen mahasiswa di Kota Malang sudah mulai melakukan pemanasan aksi. Kemarin, ratusan mahasiswa dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Korda Malang menggelar aksi untuk mengkritisi 100 hari SBY-Boediono yang dianggap gagal dalam menyejahterakan rakyatnya.
Rapor merah diberikan SBY dalam kasus Century gate. Kasus itu membuktikan betapa payahnya sisten keuangan dan perbankan di negeri ini. Di tengah himpitan kehidupan rakyat yang semakin sulit, pejabat negara menambahkan penderitaan dengan ‘perampokan’ uang sebanyak Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan bank milik pengusaha rakus yang bangkrut.
“Bank Century gate menjadi puncak permasalahan yang terjadi pada kepemimpinan 100 hari SBY-Boediono yang dinilai gagal. Konflik horizontal masih kerap terjadi, kemiskinan dan lainnya masih belum teratasi pada kepemimpinan SBY,” kata Humas aksi, M. Rahmat kepada Malang Post kemarin.
Mereka menggelar aksi dengan melakukan longmarch dari Jalan Merdeka Barat menuju ke depan kantor DPRD Kota Malang. Untuk menunjukkan keprihatinan terhadap kepemimpinan SBY-Boediono, peserta aksi demo mengenakan pakaian serba hitam. Tidak hanya kaum prianya saja, kaum wanita yang berjilbab juga mengenakan pakaian serba hitam.
Mereka juga membawa “keranda” yang bertuliskan Bank Century dengan mengenakan topeng-topeng pimpinan BI, dan para koruptor serta mafia hukum seperti Artalita dan lainnya. Puluhan poster, spanduk dan baner juga mereka bawa. Mereka berasal dari aktivis LDK yang ada di UB, UM, Poltek, Uwiga, UMM dan lainnya.
“Banyak segudang permasalahan yang membuat dada ini sesak, kemiskinan, kelaparan, kebodohan, perpecahan sosial, kesenjangan sosial, pendidikan mahal dan lainnya,” ungkapnya.
Mereka juga pesimis dengan hasil kinerja Pansus Century di DPR RI. Meski sudah ada Pansus di DPR, hasil kerja Pansus jauh panggang dari api. Kinerja Pansus tidak lebih dari sekadar dagelan-dagelan politik yang semakin mencerminkan betapa buruknya wajah negeri ini.   
Karena itu BKLDK menyatakan, sistem kapitalisme harus diganti dan tak bisa ditawar-tawar lagi. Beralihlah kepada pola ketatanegaraan Islam. Dengan perdaban Islam rakyat Indonesai akan bangkit, bukan dengan peradaban Barat.(aim/lim)

sumber: http://malang-post.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6339&Itemid=69
Last Updated on Monday, 01 February 2010 22:54
 
badge