The Advanture of Intelectual Super | Info Kampus

Pencarian

We have 2 guests online

Pengunjung Online

Setujukah Anda dengan penerapan Syariat Islam?
 
Hari ini103
Kemarin105
Minggu ini379
Bulan ini1036
Semua77796

Statistik pengunjung

The Advanture of Intelectual Super PDF Print E-mail
Written by topex , Wednesday, 23 December 2009 03:47
WAHH..KEREEN…TOP B.G.T. COOL….., demikian kata Inayah, mahasiswi dari LDK IKIP Pasuruan yang menghadiri acara “The Advanture of Intelectual Super”. Acara yang dikemas dalam bentuk training ini mengambil tema “Mahasiswa Islam, Ujung Tonggak Perubahan Menuju Indonesia Lebih Baik” dilaksanakan pada hari Jum’at 18 Desember 2009 yang bertepatan dengan 1 Muharam 1431 H di Gedung Widyaloka Conventional Hall Universitas Brawijaya Malang.
Acara yang digagas hasil dari kerja LDF MT FUNA UB dan BKLDK Malang Raya ini telah dihadiri lebih dari 460 mahasiswa dan dan gerakan mahasiswa (LDK, BEM, dan OMEK) se-Malang Raya (Malang, Blitar, Kediri), bahkan ada juga yang dari Mojokerto dan Surabaya.

Sejak pukul 07.30 WIB peserta berduyun-duyun untuk antri berjubel di pintu masuk ruangan acara untuk melakukan registrasi. Jumlah peserta yang melebihi dari kapasitas kursi ini sangat merepotkan panitia, sehingga banyak peserta yang mengeluh kepada panitia, seperti yang dikatakan oleh Vida, mahasiswi dari Kediri “…tapi agak kecewa dengan panitia yang kurang OK”. Membludaknya peserta memang sudah di antisipasi panitia, tetapi apa dayalah, panitia juga manusia, dalam dan luarnya terbatas. Mereka (peserta yang datang agak siang) rela berdiri di tribun atas ruangan hanya untuk dapat mengikuti acara ini.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang yang diwakili oleh Kajur Nutrisi dan Makanan Ternak, yaitu Prof. Dr. Osfar Yofjan, M.Sc. Beliau menyambut positif kegiatan ini dan mengharap peserta untuk mengikutinya dengan baik. Acara training pertama dimulai oleh fasilitator acara, yaitu Harry Anugerah Pradana. Beliau adalah jubir Korda BKLDK Malang Raya dari Universitas Negeri Malang. Dengan suasana lantang dan gemuruh takbir, Ust. Felix Siauw memasuki panggung acara dengan semangat. Beliau menyampaikan materi tentang arti pilihan kita dalam hidup ini, keyakinan akan tegaknya Syariah dan Khilafah yang mengikuti metode kenabian, kemudian peserta diajak untuk merenungkan akan pentingnya kehidupan “Ternyata hidup ini memang singkat” Kata salah satu peserta. Dari materi pertama ini, peserta banyak terkesan dengan pemateri. Seperti yang dikatakan oleh Salman, mahasiswa UM yang juga salah seorang santri PESMA Irtaqi Malang mengatakan “Berkat pemateri yang SUPER membuat perasaan saya yang tadinya kecewa, terasa terobati dengan materi yang disajikan oleh Ust. Felix yang membuat adrenalin saya sebagai peserta memuncak untuk berjuang di jalan Allah demi tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah sebagai pilihan hidup”. Lain halnya dengan Abdul Qodir yang juga sebagai Presiden BEM Akper Pasuruan mengatakan “Saya sangat senang termotivasi oleh Ust. Felix”. Lia, mahasiswi dari Blitar juga mengatakan “sungguh berkesan dengan Ust. Felix, selebihnya sangat baik, 10 ribu dapet sertifikat dan konsumsi yang bikin kenyang”. Akan tetapi, berbeda dengan Dina yang juga mahasiswi dari pasuruan “Ustdzah Felix mohon ke Pasuruan...”.

Jeda istirahat siang digunakan untuk Sholat jum’at di masjid raden patah UB, dilanjutkan makan siang bersama dari Gama Resto Fried Chiken sebagai sponsor acara. Tepat pukul 13.05 WIB, trainer kedua yaitu, Ust. Abdul Malik, S.T., M.T. Beliau adalah dosen Teknik Mesin UB yang juga mantan aktivis LDK UKKI UB. Beliau menyampaikan materi tentang mahasiswa dan perubahan. Beliau mengambil latar belakang dari permasalahan-permasalahan di Republik ini yang sudah sangat lengkap permasalahanya dan tidak ditemukan di negeri-negeri lain, mulai masalah mafia peradilan, mafia perbankan, kemiskinan, kelaparan, skandal bank century, sampai kepada mbok minah yang mencuri tiga biji kakau meramaikan berita-berita kriminalitas dan menjadi headline di beberapa media masa di negeri yang baru sukses mendapatkan penghargaan dalam menjalankan Demokrasi dari Jepang. “Dan degala macam permasalahan tersebut hanya dapat diselesaikan dengan tegaknya Syariah dan Khilafah” Kata pemateri. Berdasarkan materi kedua ini, peserta tergambar dengan jelas, bahwa tugas dan peran mahasiswa adalah melakukan misi perubahan, yaitu perubahan menuju tegaknya Syariah dan Khilafah. Perubahan ini langsung direspon oleh salah seorang mahasiswi yang tidak memakai kerudung dengan jawaban “ya”. Respon juga muncul dari Vida, mahasiswi dari Kediri “Keren acaranya, jadi tahu kewajiban sebagai mahasiswa dan seorang muslim”. Termasuk juga dari Rinci, Ketua LDK Universitas Islam Balitar, “Bagus sekali, benar-benar dapat menumbuhkan motivasi saya..”.

Sebelum acara ditutup, ada pembagian door price dari panitia. Ada tiga peserta yang beruntung pada hari tersebut, yaitu masing-masing mendapatkan 1 CD KMII dan 2 tiket gratis makan di Gama Resto Fried Chiken. Setelah acara ditutup oleh MC, peserta meninggalkan acara dengan tertib sambil mengantri mengambil sertifikat. Sedangkan peserta yang berasal dari perwakilan lembaga ada acara tambahan, yaitu temu LDK Malang Raya. Acara tersebut dipandu oleh Umar Kadafi, Kornas BKLDK dari Universitas Negeri Malang. Umar yang baru ditetapkan demisioner dari Ketua Umum BDM Al Hikmah UM ini menyampaikan hakekat pentingnya LDK dalam melakukan misi perubahan kpd masyarakat kampus dan pentingnya BKLDK sebagai lembaga dakwah jaringan yang akan membina dan menyatukan LDK-LDK di Malang Raya melalui gerakan idiologis Islam menuju tegaknya Syariah dan Khilafah. Secara keseluruhan, acara berakhir pada pukul 16.00 WIB, dengan jabat tangan yang kuat dan penuh haru, peserta meninggalkan tempat acara dengan riang dan semangat tentunya.

“Acara ini memberikan jawaban yang segar tentang solusi atas kebobrokan system sesat yang berkuasa saat ini, acara ini juga memberikan pengetahuan yang cerdas dan unik tentang bagaimana system Islam ditegakkan, bagi aktivis dakwah yang concern dengan perubahan social, rasanya belum lengkap jika belum ikut acara ini” demikian harapan dari Vrisky, ketua umum MT FUNA UB. Tidak jauh beda dengan Ody, Ketua pelaksana yang masih semester satu ini mengatakan “Acara ini sangat berguna sekali bagi pemuda khususnya mahasiswa, karena sentuhan intellectual dan spiritualnya sangat mengena”.

Harapan dari peserta baik malang adalah “kapan diadakan lagi….” Kata Ambar, mahasiswi Poltekes Malang. Tidak kalah juga dari luar malang yang ingin juga menginginkan diadakan lagi, seperti yang dikatakan oleh Lailatul Masuda, mahasiswi pasuruan “Bagus banget, kalo bisa diadakan lagi, tapi di Pasuruan…”. Harapan ini juga muncul dari Fawas, Ketua LDK Akper Pasuruan “Alhamdulillah bagus, mungkin bisa diadakan lagi, kalo bisa di Pasuruan..”. Selain harapan, ada juga keluhan, “Di training berikutnya, cari tempat yang lebih luas agar bisa menampung banyak peserta dan waktu yang cukup kepada pemateri”, berikut kata Qolnis, mahasiswi UM. Memang, tempat yang dimbil panitia tidak cukup luas untuk menampung peserta yang membludak, sampai ada yang merelakan berdiri di tribun atas.
“Alhamdulillah, luar biasa, dahsyat, keep increase, keep fight, keep dakwah, keep ukhuwah” kata Afi, mahasiswi Universitas Kanjuruhan Malang yang berkokmentar di akhir.  Syukur Alhamdulillah, acara yang tertunda selama satu bulan ini mendapatkan dukungan dari beberapa pihak, khususnya peserta, baik malang dan selebihnya dari luar malang. Hari demi hari, konsep acara, tim pengerahan masa, dan panitia teknis bekerja aktif untuk mensukseskan acara ini. Memang, yang namanya mahasiswa, pasti disibukkan dengan tugas dan praktikum yang menyedot waktu cukup lama. Inilah yang membuat panitia repot membagi tugas, karena pada hari libur nasional  yang juga tahun barunya umat Islam, ada saja kampus yang tetap istiqomah dengan jadwal praktikum di kampusnya. Sehingga tidak sedikit dari peserta yang mengeluhkan kinerja panitia yang kurang professional akibat doble job yang dialami oleh panitia. Kritik dan saran dari peserta kepada panitia (MT FUNA dan BKLDK Malang Raya) adalah bukti kepeduliannya untuk mendukung penuh aktivitas yang dilakukannya menuju tegaknya Syariah dan Khilafah. Allahu Akbar. [red]



Last Updated on Wednesday, 23 December 2009 04:26
 
badge