Muslimah juga Wajib Dakwah | Jadwa

Pencarian

We have 1 guest online

Pengunjung Online

Setujukah Anda dengan penerapan Syariat Islam?
 
Hari ini111
Kemarin105
Minggu ini387
Bulan ini1044
Semua77804

Statistik pengunjung

Muslimah juga Wajib Dakwah PDF Print E-mail
Written by topex , Thursday, 21 August 2008 22:36
Perintah untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, khususnnya dalam rangka mewujudkan eksistensi al-Khayr (Al-Islam) di dalam kehidupan secara jelas tercantum dalam Firman Allah SWT:
“Hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan (Islam), dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.”( TQS Ali-Imran [3]:104)

Dari ayat di atas, dapat difahami bahwa: pertama, objek yang diseru untuk aktif dalam kelompok dakwah bersifat umum, mencakup muslim laki-laki dan perempuan. Kedua, aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas menyeru Islam, jadi selama Islam belum tegak maka kewajiban dakwah tersebut belumlah gugur bagi muslim maupun muslimah. Ketiga, beramar ma’ruf nahi mungkar yang itu merupakan aktivitas politik.
 
Realitas sejarah menunjukkan shahabiyah (sahabat wanita Nabi SAW) yang pernah terlibat dalam aktivitas politik. Asma Binti Abu Bakar, misalnya pernah bertugas mengantarkan makanan untuk ayahandanya dan Rosulullah SAW yang sedang bersembunyi di Gua Tsur dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Peran ini sangat berbahaya, sebab jika Quraisy mengetahuinya, bukan hanya ia yang celaka, tatapi juga ayahandanya & Rosulullah SAW akan terancam jiwanya. Asma yang cerdas berjalan menuju bukit dengan menggembalakan kambing, Ia berjalan di depan, sedang kambing-kambingnya berjalan dibelakang Asma agar jejak kakinya terhapus oleh jejak-jejak kambing. Sehingga dengan cara ini, tidak ada yang menduga bahwa Ia sedang melakukan tugas politik yang sangat penting. Akhirnya, Rosulullah dan Abu Bakar selamat dan melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Juga sejarah adanya aktivitas mengoreksi penguasa pada waktu itu yang dilakukan Shahabiyah Khaulan Binti Tsa’labah ra. Dan Saudah Binti Ammarah ra. kepada Khalifah Umar Bin Khaththab. Maka muslimah sekarang pun seharusnya melakukan aktivitas politik di tengah-tengah umat dan mengoreksi penguasa dengan menyerukan kepada Islam.
 
Muslimah pun diharuskan menjadi sebagai agen pengubah masyarakat, Allah SWT berfirman: 
“ Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, mereka beramar ma’ruf nahi mungkar.” (TQS. At-Taubah [9]:71)

So, sudah seharusnya kita sebagai seorang muslimah untuk bisa beraktivitas memahamkan Islam kepada masyarakat umum, khususnya kepada sesama perempuan. Misal di kampus, di tempat kerja, di lingkungan rumah, dll. Jenis aktivitas politik yang bisa dilakukan muslimah pun banyak, misalkan mengangkat permasalahan tentang perempuan dan bagaimana Islam memandang dan Solusinya dalam Islam dalam bentuk kajian-kajian, ceramah, diskusi publik agar kaum perempuan sadar dengan apa yang sedang terjadi dan tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan koridor Islam. 
 
Dengan demikian, banyak hal yang bisa dilakukan oleh muslimah dalam mengemban tugas dakwahnya dalam rangka menegakkan din Islam. Semoga Allah memudahkan setiap urusan kita dalam memperjuangkan agama-Nya. Amin.
“Jika kalian menolong agama Allah, Allah pasti akan menolong kalian dan meneguhkan keadaan kalian.” (TQS.Muhammad [47]:7) 
Wallahua’lam bi ash-showab[red]


Last Updated on Friday, 06 February 2009 07:36
 
badge