|
Menolak Khilafah Karena Tidak Ada Dalil Syar’i? |
|
|
|
|
Written by topex
|
|
Monday, 30 November 2009 10:33 |
 [Sebuah Catatan Singkat] Diskursus mengenai ide Khilafah terus tumbuh dan berkembang. Pro dan kontra pun bermunculan. Para pengusung ide Khilafah dengan tegas menyerukan bahwa Khilafah wajib secara qath’I (pasti) sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh dalil-dalil syara’. Sedangkan para penolak ide khilafah justru berpendapat sebaliknya dengan mengatakan bahwa Khilafah tidaklah wajib. Mereka mengatakan bahwa tidak ada satu pun dalil baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang secara tegas menunjukkan kewajibannya. Bahkan kata mereka, istilah Khilafah sendiri pun tidak ditemui dalam ayat-ayat Al-Qur’an maupun Al-Hadits.
Lalu, benarkah argumentasi para penolak ide Khilafah ini? Adakah dalil yang secara qath’I menunjukkan kewajiban Khilafah? Berikut ulasannya.
|
|
Read more... [Menolak Khilafah Karena Tidak Ada Dalil Syar’i?]
|
|
|
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM SUB-SEKTOR KEHUTANAN PERSPEKTIF ISLAM |
|
|
|
|
Written by topex
|
|
Saturday, 11 July 2009 07:14 |
|
Eksploitasi atas Kekayaan Alam Indonesia
Indonesia merupakan negri yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) serta keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Indonesia memiliki hutan seluas 126,8 juta hektar (Walhi.or.id). Wilayah hutan tropisnya terluas ketiga di dunia dengan cadangan minyak, gas alam, emas, tembaga dan mineral lainnya. Terumbu karang dan kehidupan laut memperkaya ke-17.000 pulaunya. Lebih dari itu, Indonesia memiliki tanah dan dan area lautan yang luas, dan kaya dengan berjenis-jenis ekologi. Menempati hampir 1.3 persen dari wilayah bumi, mempunyai kira-kira 10 persen jenis tanaman dan bunga yang ada di dunia, 12 persen jenis binatang menyusui, 17 persen jenis burung, 25 persen jenis ikan, dan 10 persen sisa area hutang tropis, yang kedua setelah Brazil (world Bank 1994). |
|
Last Updated ( Sunday, 12 July 2009 23:03 )
|
|
Read more... [PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM SUB-SEKTOR KEHUTANAN PERSPEKTIF ISLAM]
|
|
Kisah Penaklukan Konstantinopel |
|
|
|
|
Written by topex
|
|
Sunday, 31 May 2009 22:59 |
|
Pasti akan ditaklukkan Konstantinopel, amir yang tebaik adalah amir ketika itu dan tentara terbaik adalah tentaranya ( HR. Ahmad). Bisyarah ditaklukkannya kota Konstantinopel dalam hadits riwayat Ahmad, oleh pemimpin dan pasukan terbaik itu sejak kecil telah ditanamkan oleh gurunya, Syaikh Aaq Syamsuddin. Gurunya selalu menanamkan keyakinan, bahwa yang dimaksud dalam bisyarah itu tak lain adalah Muhammad al-Fatih. Maka, beliau pun selalu merindukan sebagai orang yang dititahkan dalam bisyarah tersebut. 250 ribu mujahidin dipersiapkan untuk mengemban misi besar tersebut. Bisyarah itu pun terus-menerus disuntikkan kepada para pasukannya, sehingga mereka pun rindu menjadi para tentara yang dititahkan dalam bisyarah tersebut.
|
|
Last Updated ( Thursday, 09 July 2009 06:04 )
|
|
Read more... [Kisah Penaklukan Konstantinopel]
|
|
Menjemput janji Allah swt. |
|
|
|
|
Written by topex
|
|
Sunday, 31 May 2009 22:53 |
Akan ada di zaman kalian zaman kenabian. Selama Allah berkehendak, ia akan tetap ada. Kemudian Dia mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian ada zaman Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Maka, dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada. Kemudian Dia pun mengakhirinya, jika Allah berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada para penguasa yang zalim. Dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada para penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian. Setelah itu, beliau diam.(Hr. Ahmad dalam Musnad-nya, dimana semua perawinya adalah tsiqqat) |
|
Last Updated ( Monday, 06 July 2009 01:00 )
|
|
Read more... [Menjemput janji Allah swt.]
|
|
KEWAJIBAN MENGANGKAT PEMIMPIN DAN PERAN PARTAI POLITIK |
|
|
|
|
Written by topex
|
|
Saturday, 18 April 2009 23:16 |
|
Pemilu legislatif telah selesai digelar. Kini tinggal Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi. Walaupun demikian, beberapa elit politik negeri ini telah dan terus melakukan manuver politiknya untuk membangun koalisi menjelang Pilpres mendatang. Berbagai pertemuan antara elit politik jelas dimaksudkan untuk mencari pasangan Capres dan Cawapres yang akan bertarung di Pilpres mendatang. Persoalan perbedaan platform dan ideologi di antara partai-partai politik (parpol) bukan penghalang untuk membangun koalisi. Bahkan dianggap sudah tidak penting dan tidak relevan lagi. Menghadirkan seorang pemimpin yang benar-benar memperhatikan urusan rakyatnya menjadi sebuah keniscayaan. Maka tak heran jika banyak yang berharap pada pemilu kali ini dengan cara menggunakan hak suara mereka. Hingga ada yang mengatakan bahwa memilih untuk tidak memilih adalah pilihan yang tidak cerdas dan menunjukkan sikap apatis. Benarkah demikian? Apakah pemilu satu-satunya jalan untuk menghadirkan seorang pemimpin yang adil yang memperhatikan rakyatnya atau adakah jalan lainnya?
|
|
Last Updated ( Friday, 22 May 2009 23:15 )
|
|
Read more... [KEWAJIBAN MENGANGKAT PEMIMPIN DAN PERAN PARTAI POLITIK]
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |