|
The Advanture of Intelectual Super |
|
 WAHH..KEREEN…TOP B.G.T. COOL….., demikian kata Inayah, mahasiswi dari LDK IKIP Pasuruan yang menghadiri acara “The Advanture of Intelectual Super”. Acara yang dikemas dalam bentuk training ini mengambil tema “Mahasiswa Islam, Ujung Tonggak Perubahan Menuju Indonesia Lebih Baik” dilaksanakan pada hari Jum’at 18 Desember 2009 yang bertepatan dengan 1 Muharam 1431 H di Gedung Widyaloka Conventional Hall Universitas Brawijaya Malang. Acara yang digagas hasil dari kerja LDF MT FUNA UB dan BKLDK Malang Raya ini telah dihadiri lebih dari 460 mahasiswa dan dan gerakan mahasiswa (LDK, BEM, dan OMEK) se-Malang Raya (Malang, Blitar, Kediri), bahkan ada juga yang dari Mojokerto dan Surabaya.
Sejak pukul 07.30 WIB peserta berduyun-duyun untuk antri berjubel di pintu masuk ruangan acara untuk melakukan registrasi. Jumlah peserta yang melebihi dari kapasitas kursi ini sangat merepotkan panitia, sehingga banyak peserta yang mengeluh kepada panitia, seperti yang dikatakan oleh Vida, mahasiswi dari Kediri “…tapi agak kecewa dengan panitia yang kurang OK”. Membludaknya peserta memang sudah di antisipasi panitia, tetapi apa dayalah, panitia juga manusia, dalam dan luarnya terbatas. Mereka (peserta yang datang agak siang) rela berdiri di tribun atas ruangan hanya untuk dapat mengikuti acara ini.
|
|
Read more... [The Advanture of Intelectual Super]
|
|
|
Perjanjian Baru: Problem Keragaman Teks dan Autentisitas Yang Diragukan |
|
 Kebenaran sebuah doktrin keagamaan sangat ditentukan dari sumber dimana doktrin itu diambil dan diyakini. Sehingga autentisitas teks kitab suci yang menjadi sumber doktrin dan konsep keagamaan menjadi sebuah keniscayaan. Sebab jika autentisitas teks kitab suci diragukan akan berujung pada penyimpangan pokok-pokok keyakinan sebuah agama. Tidak autentiknya sebuah teks kitab suci bisa berawal dari keragaman teks kitab suci itu sendiri. Adanya perbedaan-perbedaan yang signifikan pada teks-teks tersebut akan memunculkan keraguan terhadap orisinalitas pesan dari teks tersebut. Tampaknya inilah yang terjadi pada Perjanjian Baru (PB) yang menjadi kitab suci orang-orang Kristen. Akibatnya sebagian kalangan sarjana Kristen pun mulai meragukan historisitas Yesus. Sebab mustahil membuktikan Yesus sebagai seorang figur historis menggunakan sumber-sumber utama yang pada kenyataannya telah mengalami interpolasi sepanjang sejarah Kristen.
|
|
Read more... [Perjanjian Baru: Problem Keragaman Teks dan Autentisitas Yang Diragukan]
|
|
Pernyataan Sikap Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Tentang Skandal Bank Century |
|
 Jumat, 18 Desember 2009
HENTIKAN PERAMPOKAN UANG RAKYAT!
Rumus baku ekonomi kapitalisme, rakyat adalah sapi perah yang selalu menjadi korban. Kasus skandal Bank Century yang mencuat akhir-akhir ini merupakan salah satu fonomena yang kelihatan. Dana talangan atau bailout Rp. 6,7 Triliun yang pemerintah gelontorkan untuk Bank berstatus “gagal dan berdampak sistemik” itu milik siapa? Uang rakyat bukan?
Apakah bank yang sebenarnya terkategori sebagai bank kecil ini layak di-bailout? Jawabannya, tidak. Mengapa? Karena bangkrut atau gagalnya bank itu (yang ditandai dengan CAR di bawah 8 %) justru diakibatkan kejahatan pihak bank itu sendiri yang telah merampok uang nasabahnya (baca: rakyat) dengan cara menipu, membuat perusahaan fiktif seperti PT Antaboga Delta Sekuritas dan menyalurkan dana nasabahnya ke perusahaan fiktif tersebut. Dana itu pun dibawa kabur entah kemana. Karuan saja, dana nasabah ini tidak dapat dikembalikan. Belakangan diketahui, perusahaan fiktif tersebut sebenarnya milik pemegang saham Bank Century sendiri. |
|
Read more... [Pernyataan Sikap Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Tentang Skandal Bank Century]
|
|
Menolak Khilafah Karena Tidak Ada Dalil Syar’i? |
|
 [Sebuah Catatan Singkat] Diskursus mengenai ide Khilafah terus tumbuh dan berkembang. Pro dan kontra pun bermunculan. Para pengusung ide Khilafah dengan tegas menyerukan bahwa Khilafah wajib secara qath’I (pasti) sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh dalil-dalil syara’. Sedangkan para penolak ide khilafah justru berpendapat sebaliknya dengan mengatakan bahwa Khilafah tidaklah wajib. Mereka mengatakan bahwa tidak ada satu pun dalil baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang secara tegas menunjukkan kewajibannya. Bahkan kata mereka, istilah Khilafah sendiri pun tidak ditemui dalam ayat-ayat Al-Qur’an maupun Al-Hadits.
Lalu, benarkah argumentasi para penolak ide Khilafah ini? Adakah dalil yang secara qath’I menunjukkan kewajiban Khilafah? Berikut ulasannya.
|
|
Read more... [Menolak Khilafah Karena Tidak Ada Dalil Syar’i?]
|
|
|
|
|
|
|
Page 4 of 13 |